Download 3-Pengujian Susu Segar SNI 01-2782-1998 PDF

Title3-Pengujian Susu Segar SNI 01-2782-1998
File Size412.6 KB
Total Pages94
Document Text Contents
Page 1

Metoda pengujian susu segarMetoda pengujian susu segar

Standar Nasional IndonesiaStandar Nasional Indonesia

SNI 01-2782-SNI 01-2782-

Page 2

Berdasarkan usulan dari Departemen Pertanian

standar ini disetujui oleh Badan Standardisasi Nasional

menjadi Standar Nasional Indonesia dengan nomor :

SNI 01-2782-1998/Rev.1992

Penerbitan standar ini dilakukan setelah memperhatikan semua data

dan masukan dari berbagai pihak. Kritik dan saran untuk penyempurnaan standar ini,

dapat disampaikan kepada :

BADAN STANDARBADAN STANDARDISASI NASIONAL - BSDISASI NASIONAL - BSNN

Gedung Manggala WanabaktiBlok IV Lantai 4

Badan StandardBadan Standardisasi Nasional - BSisasi Nasional - BSNN

Page 47

41 dari 82

Jumlah koloni = Jumlah koloni x 1/faktor pengenceran per cawan

= (60 + 64)/2 x 1/10-4

= 6.2 x 105

6 Pelaporan

6.1 Untuk melaporkan hasil analisa mikrobiologi digunakan suatu standar yang

disebut (SPC) dengan satuan

per mililiter atau per gram, dan hasil yang dilaporkan hanya terdiri dari dua angka,

yaitu angka pertama di depan koma dan angka kedua di belakang koma. Jika angka

yang ketiga sama dengan atau lebih besar dari 5, maka dilakukan pembulatan satu

angka lebih tinggi dari angka kedua.

6.2 Jika semua pengenceran yang dibuat untuk pemupukan menghasilkan angka

kurang dari 25 koloni, maka hanya jumlah koloni pada pengenceran terendah yang

dihitung. Hasilnya dilaporkan sebagai kurang dari 25 dikalikan dengan besarnya

pengenceran, tetapi jumlah yang sebenarnya harus dicantumkan dalam tanda kurung.

Jumlah koloni per

pengenceran

SPC Keterangan

10
-2
10

-3
10

-4


16 1 0 < 2,5 x 10
3


(1,6 x 10
3


Hitung pengenceran

10
-2


6.3 Jika semua pengenceran yang dibuat untuk pemupukan menghasilkan lebih

dari 250 koloni, maka hanya jumlah koloni pada pengenceran tertinggi yang dihitung,

misalnya dengan cara menghitung jumlahnya pada 1/4 bagian cawan petri, kemudian

hasilnya dikalikan empat. Hasilnya dilaporkan sebagai lebih dari 250 dikalikan

dengan besarnya pengenceran, tetapi jumlah yang sebenarnya harus dicantumkan

dalam tanda kurung.

Page 48

42 dari 82

Jumlah koloni per

pengenceran

SPC Keterangan

10
-2

10
-3

10
-4


TBUD*) TBUD 355 < 2,5 x 10
6


(1,6 x 10
6


Hitung pengenceran

10
-4



TBUD 325 20 < 2,5 x 10
5


(1,6 x 10
5


Hitung pengenceran

10
-3



*) TBUD = Terlalu banyak untuk dihitung

6.4 Jika digunakan dua cawan petri (duplo) per pengenceran, maka data yang

diambil harus dari kedua cawan tersebut, tidak boleh hanya dari salah satunya,

meskipun salah satu dari cawan duplo tersebut.

7 Hasil Uji

Jumlah koloni yang diperoleh dinyatakan denganColony Forming Units (CFU) per

ml.

02- Penghitungan Coliform dan02- Penghitungan Coliform dan

1 Prinsip

Kristal violet dan garam empedu yang ada di media akan menghambat bakteri Gram

positif lainnya sehingga hanya organisme coliform yang tumbuh. Selama

pertumbuhannya, coliform akan mengubah laktosa menjadi asam dan perubahan ini

akan dideteksi oleh indikatorneutral red yang akan berubah warnanya menjadi

merah. Selain itu keadaan asam akan menyebabkan presipitasi asam empedu.

Page 93

i

Daftar isi

Halaman

Pendahuluan

Daftar isi i

Judul 1

Uji penetapan berat jenis 1

Pengukuran kadar lemak dengan metoda Gerber 5

Perhitungan kadar bahankering tanpa lemak (BKTL) 7

Metoda : 01 Dengan menggunakan rumus Fleischmann 7

Metoda : 02 Dengan menggunakan metoda pengeringan 10

Uji protein menurut Kjeldahl 13

Uji warna, bau, rasa dan kekentalan 16

Uji titrasi keasaman Soxhlet Henkel 19

Uji alkohol 21

Uji katalase 23

Penentuan titik beku 25

Pengukuran angka refraksi metoda Ackermann 27

Uji reduktase 30

Metoda : 01 Uji reduksi biru metilin ( 30

Metoda : 02 Uji resazurin 33

Uji sedimen 35

Pengujian cemaran mikroba 36

Page 94

ii

01 - Penentuan angka lempeng total pada 35
0
C 37

02 - Perhitungan Coliform dan 41

03 - Perhitungan dengan metoda hitungan cawan 46

04 - Pengujian 48

Perhitungan jumlah sel radang 51

Metoda langsung 51

Pengujian residu antibiotik 53

I Skrining residu antibiotika 53

Metoda - 1 53

Metoda - 2 57

Metoda - 3 60

II Identifikasi dan kuantifikasi residu antibiotika 63

A Residu Khloramfenikol 64

B Residu tetrasiklin (TC) 66

C Residu Peniciline 69

Uji kebersihan 71

Uji pemalsuan 73

1 Uji terhadap penambahan susu masak 73

2 Uji terhadap penambahan gula 74

3 Uji terhadap penambahan pati 75

4 Uji terhadap penambahan bahan pengawet 76

5 Uji residu desinfektan dalam susu 80

Uji peroksidase dengan metoda Storch 81

Similer Documents