Download Beta Galaktosidase PDF

TitleBeta Galaktosidase
File Size500.9 KB
Total Pages9
Document Text Contents
Page 3

III. Data Pengamatan

Pengukuran Optical Density (OD) pada = 600 nm

Sampel Absorbansi

NB 0.53

NB + Laktosa 0.537

NB + Glukosa + Laktosa 0.712

NB + Glukosa 0.414

NB + Sukrosa 0.536

NB + Maltosa 0.535



Absorban dari berbagai media

Sampel

Absorban pada T tertentu ( = 420 nm)

0 10 20 30 40

NB 0.131 0.136 0.355 0.340 0.287

NB + Laktosa 0.043 0.193 0.334 0.120 0.162

NB + Glukosa + Laktosa 0.027 0.202 0.342 0.264 0.379

NB + Glukosa 0.045 0.087 0.123 0.082 0.169

NB + Sukrosa 0.050 0.089 0.210 0.184 0.268

NB + Maltosa 0.083 0.107 0.236 0.237 0.136

Page 7

memulai proses transkripsi operon. Apabila jumlah glukosa meningkat maka cAMP akan

menurun dan CRP akan lepas dari operon lac. Keadaan dari repressor lac akan menentukan ada

atau tidaknya transkripsi gen operon lac. Kondisi CRP akan mengontrol laju transkripsi apabila

opero bebas dari repressor.

Pada percobaan ini dilakukan penentuan aktivitas -galaktosidase yang diinduksi oleh

berbagai jenis gula. Medium yang digunakan ditambahkan dengan berbagai jenis gula, dalam

praktikum kali ini adalah NB, NB + laktosa, NB + glukosa + laktosa, NB + glukosa, NB +

sukrosa dan NB + maltosa. Sebelumnya medium yang sudah ditambahkan berbagai jenis gula ini

disentrifugasi untuk mengendapkan bakteri dan memisahkannya dari media. Buffer Z untuk

mencuci sisa media yang masih ada, sentrifuga dilakukan beberapa kali agar bakteri dapat

terpisahkan dengan baik. Kloroform berfungsi untuk mengekstrak komponen sel yang sudah

tidak dibutuhkan. SDS untuk merusak membrane sel agar terjadi proses lisis sel. Setelah itu

diinkubasi pada suhu 37
o
C karena suhu optimum untuk kerja -galaktosidase. Penambahan

ONPG (orthonitrofenil- -galaktopiranosida) digunakan sebagai substrat. Lalu diinkubasi untuk

mengoptimumkan kerja enzim dan kemudian ditambahkan Na2CO3, Na2CO3 bersifat basa dan

akan mengubah pH larutan, sehingga kerja enzim terganggu dan aktivitasnya akan menurun.

Penyimpanan dalam es pun akan membuat enzim tidak bekerja. Setelah itu disentrifugasi, dan

akan didapatkan fasa ONP hasil hidrolisis dan fasa organik (kloroform dan SDS). Kemudian

diukur absorban dari cairan tersebut dan jangan sampai fasa organik terambil dalam pengukuran.

Pada pengukuran untuk waktu nol menit, didapatkan absorbansi yang tidak nol untuk

semua tabung dengan berbagai media. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh lamanya

penambahan Na2CO3 dan penyimpanan dalam es, dan enzim sudah menunjukkan aktivitasnya

tanpa adanya inkubasi terlebuh dahulu. Pada tabung pertama yang hanya berisi NB. Akibatnya

bakteri akan memiliki sedikit ATP namun molekul cAMP akan banyak. cAMP akan mengikat

protein CRP dan akan menginduksi pengikatan RNA polimerase. Proses transkripsi akan

berjalan dengan lancar, sehingga absorbannya semakin lama semakin meningkat, namun ternyata

dari data yang diperoleh ada penurunan nilai absorban. Pada tabung kedua, di mana medium

ditambahkan dengan laktosa seharusnya menunjukkan absorban yang paling tinggi di antara

yang lain karena laktosa berperan sebagai induser sehingga ONP lebih banyak terbentuk. ATP

yang dihasilkan sedikit dan jumlah cAMP cukup banyak dan dapat mengikat CRP dan

Page 8

menginduksi RNA polimerase. Pada tabung ketiga, medium ditambahkan dengan glukosa dan

laktosa. Terdapat laktosa yang berperan sebagai induser namun karena adanya glukosa maka

jumlah ATP akan lebih banyak dibandingkan dengan hanya laktosa saja. Kompleks CRP-cAMP

hanya sedikit sehingga pengikatan RNA polymerase tidak diindukksi. Tanskripsi yang terjadi

akan mengalami penurunan dan ONP yang terbentuk akan menjadi sedikit. Pada tabung

keempat, gula yang ditambahkan adalah glukosa, glukosa sangat mudah untuk menghasilkan

ATP. Jumlah ATP akan banyak dan jumlah cAMP akan sedikit, sehingga pengikatan RNA

polymerase menurun dan transkripsi juga menurun. Repressor pun akan mengikat operator dan

mengganggu proses transkripsi -galaktosidase. Pada tabung kelima digunakan sukrosa yang

merupakan disakarida sehingga ATP yang akan dihasilkan sedikit, kompleks cAMP-CRP akan

menjadi banyak sehingga pengikatan RNA polimerase terinduksi. Pada tabung keenam, gula

yang ditambahkan adalah maltose, maltose adalah disakarida dan sulit untuk menghasilkan ATP

dibandingkan dengan glukosa, sehingga jumpah cAMP cukup banyak, transkripsi akan

meningkat.

Dari hasil percobaan kali ini maka didapatkan beberapa aktivitas -galaktosidase, tabung

dengan menggunakan laktosa memberikan aktivitas yang besar dan aktivitas paling kecil

didapatkan untuk tabung dengan penambahan glukosa terlihat pada grafik tren yang dihasilkan

terdapat penurunan aktivitas yang cukup signifikan. Pada percobaan kali ini tren data yang

didapatkan sangatlah buruk, terjadi naik turun absorban pada setiap tabung. Pada tabung pertama

tanpa inkubasi pun seharusnya absorban nya nol. Diantara semua tabung seharusnya tabung

dengan laktosa yang memiliki absorban paling besar yaitu tepatnya pada waktu inkubasi 40

menit. Namun, ternyata absorban terbesar diperoleh untuk glukosa dan laktosa pada menit ke 40.

Hal tersebut sangat jauh berbeda, beberapa kesalahan yang dimungkinkan terjadi adalah selang

waktu penambahan ONPG dan waktu penyetopan reaksi tidak tepat sehingga reaksi melebihi

atau kurang dari yang seharusnya serta kuvet yang digunakan sebaiknya adalah kuvet kuarsa

karena memilki kualitas yang lebih baik dibandingkan kuvet yang digunakan.

Selain operon lac terdapat juga operon triptofan, triptofan lac terdiri dari lima gen

strukturan yang diperlukan untuk konversi asam chorismic enjadi triptofan, lima gen structural

tersebut adalah antrhanilate syntetase (komponen I yang dikode oleh trpE dan komponen II yang

dikode oleh trpD), N-(5′-phosphoribosyl)-anthranilate isomerase/Indole-3-glycerol phosphate

Similer Documents