Download Desainan Komunikasi Politik Dan Peta Kecenderungan Baru Politik Asia Tenggara PDF

TitleDesainan Komunikasi Politik Dan Peta Kecenderungan Baru Politik Asia Tenggara
File Size457.0 KB
Total Pages56
Document Text Contents
Page 28

28


yang diklaim sebagai wilayahnya. Ketidakpastian di perairan Laut Cina

Selatan ini tentu saja menciptakan ketegangan keamanan. Dalam kondisi

tertekan seperti ini akan mendorong negara-negara ASEAN untuk mencari

dukungan dari kekuatan yang dapat mengimbangi Cina. Sehingga sangat

mungkin bagi ASEAN untuk meminta kehadiran militer AS yang lebih

tampak dan substansial.



Pada akhirnya, kepentingan-kepentingan AS di Asia Tenggara akan terus

meningkat. Mulai dari kepentingan ekonomi: Asia Tenggara sebagai patner

ekspor dan impor, pasar produk dan industri jasa, dan investasi. AS juga

tidak punya pilihan lain bahwa jalur Asia Tenggara akan menjadi prioritas

utama untuk kelancaran perekonomiannya dan juga merupakan kawasan

kunci dalam pergerakan militer AS. Secara politis Asia Tenggara akan

memberikan pengaruh yang besar dalam negara-negara kawasan ini

terhadap kampanye AS tersebut akan memiliki arti yang sangat penting bagi

AS. Pada akhirnya ada keharusan bagi AS untuk menghadirkan militernya

di kawasan ini dalam konteks pengamanan terhadap kepentingan tersebut..



Tetapi, diluar konteks gerakan laten antara AS dan jepang, ada hal yang

dapat dijadikan pembelajaran sebuah Negara yang diaman kesadaran jepang

berupa nasionalisasi local genius sebagai landasan gerak system

pemerintahannya sehingga jepang mampu tampil sebagai Negara yang

berada di “garda depan” perkembangan Asia, untuk berpaling dari

“kebijakan Asianisasi dan pro-westernisasi” masa lalunya serta menempuh

“jalan re-Asianisasi”, atau dalam konteks yang lebih luas, mempromosikan

“Asianisasi Asia”, sebuah kebijakan yang dikemukakan oleh para pejabat

singapura.
19

Dan kemajuan Asia akan dapat terwujud jika suatu bangsa

mengedepankan prinsip-prinsip “nilai-nilai Asia adalah nilai-nilai

universal, nilai-nilai eropa hanya untuk orang-orang eropa” demikian


19

Yotaro Kobayashi (1992), Re-Asianize Japan. New Perspectives Qarterly.hlm.20 ; Funabashi

(1992), The Asianization of Asia.hlm.77 ; George Yong-Soon Yee (1992), New East Asia in a

Multicultural World, Internasional Herald Tribune.hlm.9.

Page 55

55


Rachbini. 1990. HMI dalam Dekade 1980-an Sebuah Refleksi Dilematis. Jakarta:

PB HMI

Rakhmat, J. 1993. Komunikasi Politik: Komunikator, Pesan, Media. Bandung:

Remaja Rosdakarya Offest.Hlm.8.

Roskin, M. 1977. Political Science An Introduction, Sixt Edition. New Jersey:

Prentice - Hall.

Satria, wibawa hariqo, 2011, Lafran Pane; Jejak dan Pemikirannya, Jakarta:

Penerbit Lingkar.

Tselichtchev, Ivan. 2012. China Versus the West. Singapore : John Wiley & Sons.

Hilman, Arys. Republika. Senin, 19 November 2012.

Tukimin, Santo. 1966. Pengantar Administrasi dan Organisasi Perjuangan.

Yogyakarta: Sinta.

Widianto, Bambang. 2009. Perspektif Budaya: Kumpulan Tulisan

Koentjaraningrat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Yotaro Kobayashi 1992, Re-Asianize Japan. New Perspectives Qarterly.

Widianto, Bambang. 2009. Perspektif Budaya: Kumpulan Tulisan

Koentjaraningrat. Jakarta: RajaGrafindo Persada



Referensi Ilmiah :

ASEAN Selayang Pandang, Edisi 2008: “Sejarah Berdirinya ASEAN

Cuyvers, L. & R. Tummer. 2007. The Road To an ASEAN Community: How Far

Still To Go? (di akses 10 mei 2014)

Maklumat Politik Pemerintah 1 November 1945, pidato kepresidenan 17 Agustus

1960 (Jarek), dan Keputusan Dewan Pertimbangan Agung

No.2/Kpts/Sd/I/61 tanggal 19 Januari 1961.

Pidato Bung Hatta di depan BPUPKI 1948.

Undang-Undang Presiden Republik Indonesia pada 14 Februari 1966 tentang

Penarikan Diri Republik Indonesia Dari Keanggotaan Dana Moneter

Internasional (International Monetary Fund) dan Bank Internasional untuk

Rekonstruksi dan Pembangunan (International Bank for Reconstructure and

Similer Documents