Download Fisika Eter Rahasia.pdf PDF

TitleFisika Eter Rahasia.pdf
File Size3.6 MB
Total Pages134
Document Text Contents
Page 1

FISIKA
ETER
RAHASIA

sistem hidden space
propulsion milik Tesla
dan konspirasi yang
menutupinya

WILLIAM LYNE
©1997

Page 2

FISIKA
ETER
RAHASIA

sistem hidden space
propulsion milik Tesla
dan konspirasi yang
menutupinya

Page 67

67

benda yang diam terhadap bumi sedang bergerak dengan “kecepatan

konstan” bumi yang sama, maka hanya perubahan pergerakan terhadap bumi

yang diperselisihkan, dan perubahan semacam itu mempengaruhi pola aliran

dalam massa pipa gaya, selagi bumi menerobos eter pada waktu tertentu.

Secara tradisional, karena hanya benda yang bergerak berkenaan dengan

bumi yang dikatakan memiliki “momentum” (“produk massa dan kecepatan

benda”), aturan ini keliru, sebab semua benda yang “diam” terhadap bumi

telah memiliki “momentum” dan “kelembaman”.

Momentum dan kelembaman disebabkan oleh “kecenderungan” yang

sama, yang akhirnya berhubungan dengan kerangka referensi terhadap eter

universal, tapi demi kemudahan—karena kita belum memiliki “ketetapan”

absolut mengenai eter—kita menggunakan bumi bergerak sebagai kerangka

referensi untuk mengukur laju perubahan benda terhadap eter, selagi bumi

memelihara kecepatannya yang relatif konstan. Terdapat keadaan istimewa di

bumi—karena eter dalam jangkauan medan listrik bumi telah “dikondisikan”—

yaitu, konstanta dielektris bumi telah tunduk kepada ketegangan listrik. Ini

sesuai dengan pernyataan Tesla menyangkut efek “gaya elektrostatis yang

berubah-ubah cepat” yang keluar dari bumi.

Bumi memiliki momentum dalam kerangka referensi matahari,

sebagaimana mobil bergerak yang memiliki momentum dalam kerangka

referensi bumi. Beberapa fisikawan telah keliru menerapkan gagasan “medan

pengaruh” mereka mengira “medan pengaruh gravitasi” ini mengisolasi

sebuah benda dari referensi di luar medan ini. Saya yakin bahwa “medan

gravitasi” bumi adalah produk dari medan listriknya yang bergerak (“arus”)

ketika mempengaruhi eter di dalamnya, dan bahwa “medan gravitasi” tak

membentang melampaui medan listrik bumi.

Momentum disebabkan oleh terbentuknya vibrasi tubular mikrohelikal

struktur atom di dalam sebuah benda, yang tersusun dari partikel-partikel

listrik—elektron dan proton—ketika benda tersebut menerobos eter ultrahalus.

Rotasi mikrohelikal pipa ini merupakan hasil dari rotasi magnetik bidang

polarisasi yang teridentifikasi oleh Faraday. Variansi/keberbedaan dari

gerakan seragam bumi menghasilkan penolakan terhadap perubahan pitch

mikrohelikal, sebab pipa gaya berotasi memutari begitu banyak inti eter

tak berotasi (“Omni”) selama periode tertentu, dan perubahan gerakan

mengharuskan pipa gaya untuk memutari jumlah Omni yang semakin banyak

atau semakin sedikit, tergantung pada apakah perubahan itu merupakan

Page 68

68

percepatan atau perlambatan. Pipa-pipa itu memiliki gaya elektromagnetik

yang terkunci ke dalam pola aliran tersendiri di antara Omni dan pipa, yang

berpasangan dengan struktur ‘materi berat’ yang merupakan penerima

momentum. Sangat mungkin bahwa hubungan antara materi dan eter

tersebut disebabkan oleh arus—dipersepsikan sebagai “muatan listrik”—yang

secara konstan menembus materi pada laju yang sepadan dengan selisih

kecepatan relatif.

Meski pola aliran pipa mikrohelikal selalu berubah secara gradual—

disebabkan oleh reorientasi bumi secara terus-menerus ketika bergerak

dengan cara yang berubah “secara campuran seragam”—perubahan ini tak

dapat dirasakan secara inderawi karena bersifat gradual, dengan efek yang

hampir konstan. Meski perubahan tersebut terlalu lambat untuk dirasakan,

peristiwa air pasang mungkin terkait dengan hal ini.

Gaya gravitasi alami normalnya selalu mengarah ke bumi, yang

bermuatan negatif, dalam medan gravitasi/listrik bumi, disebabkan oleh

polaritas medan tersebut, karena komponen negatif eter di angkasa bebas

dipindahkan ke atas secara elektris oleh tolakan muatan, sementara

karakteristik lembam komponen positif yang lebih masif ditekan dan ditarik ke

bawah, dan lebih tahan terhadap perubahan pemindahan. Saat eter memasuki

benda diam yang ada di bumi, pemindahannya mengalami perubahan

disebabkan oleh perubahan konstanta dielektris, sebagaimana Maxwell

katakan. Saat konstanta dielektris benda berubah, pemindahan listrik eter

dalam struktur atom benda yang tertekan juga berubah, menciptakan gaya

ke bawah ketika tiap-tiap komponen listrik negatif eter bergerak ke bawah,

menciptakan peningkatan gaya tarik terhadap proton yang ada di atas dan

peningkatan gaya tolak terhadap elektron yang ada di bawah.

Partikel eter yang bergerak menciptakan gaya gravitasi, serupa dengan

bagaimana inverted aerodynamic airfoil pada pesawat terbang menciptakan

gaya ke bawah. Namun disebabkan oleh kecepatan interaksi elektromagnetik

yang lebih besar pada C, gaya ke bawah ini mengabaikan arah pergerakan

bumi terhadap eter, karena interaksi antara komponen listrik materi dan eter

pada C disebabkan oleh pengkondisian eter oleh medan listrik bumi, yang

terpolarisasi secara vertikal, dan menciptakan efek yang kurang-lebih sama

terhadap massa, mengabaikan orientasi bumi terhadap eter. Meski kecepatan

bumi terhadap eter adalah ribuan mil per jam, ini tidak cukup cepat untuk

“melampaui” interaksi elektromagnetik.

Page 133

Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: “Aku
akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.” | Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan
kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala
sesuatu, | maka diapun menempuh suatu jalan. | Hingga apabila dia telah sampai ke tempat
terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia
mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa
atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.” | Berkata Dzulkarnain: “Adapun orang yang
aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu
Tuhan mengazabnya dengan azab yang tiada taranya. | Adapun orang-orang yang beriman
dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan
kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami.” | Kemudian dia menempuh
jalan (yang lain). | Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur)
dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka
sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, | demikianlah, dan sesungguhnya ilmu
Kami meliputi segala apa yang ada padanya. | Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain
lagi). | Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan
kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. | Mereka berkata: “Hai
Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di
muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu
membuat dinding antara kami dan mereka?” | Dzulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan
oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan
(manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, | berilah aku
potongan-potongan besi.” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak)
gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah (api itu).” Hingga apabila besi itu sudah menjadi
(merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku tuangkan
ke atas besi panas itu.” | Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula)
melubanginya. | Dzulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila
sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah
benar.”

Kadang sabar itu memanas seperti api...
Kadang amarah itu mengalir seperti air...

“Aku tahu, setiap kali aku membuka sebuah buku,
aku akan bisa menguak sepetak langit.
Dan jika aku membaca sebuah kalimat baru,
aku akan sedikit lebih banyak tahu dibandingkan sebelumnya.
Dan segala yang kubaca akan membuat dunia
dan diriku menjadi lebih besar dan luas.”
(Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup)

Similer Documents