Download Imunoterapi PDF

TitleImunoterapi
File Size542.5 KB
Total Pages18
Document Text Contents
Page 2

1


IMUNOTERAPI



I. Pendahuluan

Imunoterapi sebagai pengobatan kanker merupakan strategi yang telah lama

ada dan terus berkembang hingga saat ini. Kebutuhan adanya molekul terapeutik

baru, meningkatnya pengetahuan mengenai pengaturan gen dan interaksi protein,

dan perkembangan teknologi yang pesat telah mempertahankan pendekatan terapi

ini pada garis terdepan pengobatan kanker. Berbagai hasil dan observasi dari uji

klinis memungkinkan pengertian yang lebih mendalam mengenai mekanisme in

vivo dan jalur yang terlibat dalam respon anti-tumoral; dan karena itu,

berkontribusi dalam peningkatan imunoterapi kanker.

Ide untuk menggunakan imunoterapi untuk membasmi kanker bermulai pada

pada abad ke-19 ketika Dr. William Coley menemukan efek bakteri pada regresi

tumor. Beberapa tahun kemudian, Drs. Richet dan Hericourt menginjeksi pasien

dengan “serum antitumor” yang didapatkan dari hewan untuk memberikan

antibodi terhadap protein terkait tumor (tumor associated protein), sebuah

teknologi yang disebut imunoterapi pasif. Pada awalnya, vaksin BCG juga

digunakan untuk menstimulasi sistem imun aktif (imunoterapi aktif) dan

mengeradikasi kanker. Lebih lanjut, imunoterapi kanker telah memasukkan

penggunaan sel imun yang diinfuskan selama transplantasi sumsum tulang

(imunoterapi adoptif), antibodi, dan sitokin. Hal ini telah dihubungkan dengan

kombinasi dari berbagai pendekatan, seperti terapi sel dan gen. Terapi berbasis sel

punca (stem cell), engineering dan targeting jaringan juga berkontribusi terhadap

keberhasilan terkini pada studi imunoterapi pre-klinik.

Kemajuan teknologi yang luas diperlukan untuk implementasi pendekatan

imunoterapi yang hingga saat ini terus berkembang. Karena itu penting bagi

dokter untuk mengerti hal ini



II. Imunologi Dasar

Sistem imun dapat dianggap memiliki dua baris pertahanan: pertama,

mewakili suatu respon non-spesifik (tanpa memori) terhadap antigen yang dikenal

Page 17

16




IV. Kesimpulan

Imunoterapi kanker berupaya membuat sistem kekebalan tubuh mampu

mengalahkan keganasan sel-sel kanker, dengan cara meningkatkan atau

mengarahkan reaksi kekebalan tubuh terhadap sel kanker, atau mengembalikan

kemampuan tubuh dalam menaklukkan kanker (body response modifiers).

Penggunaan imunoterapi spesifik lebih definitif, tetapi lebih rumit dan

biayanya lebih mahal, karena itu lebih sering diberikan imunoterapi nonspesifik

yang lebih sederhana dan lebih murah.

Page 18

17


Daftar Pustaka



1. Yotnda Patricia. Immunotherapy of cancer. 1
st
ed. Humana Press; 2010.

2. Restifo NP, Robbins PF, Rosenberg SA. Principles of immunotherapy.

Dalam: DeVita, Vincent T, Lawrence, Theodore S, Rosenberg S, editor.

Devita, Hellman & Rosenberg’s cancer: principles and practice of

oncology. 8
th

ed, Philladelphia: Lippincot Williams & Wilkins; 2008.

3. Jacqueline Stanley, Reginald Gorczynsk. Essential immunobiological

concepts in clinical immunology. Dalam: Vademecum, Austin. Clinical

immunology. Texas: Landes Bioscience; 1999.

4. I Dewa Gede Sukardja. Onkologi klinik. Edisi ke-2. Surabaya : Airlangga

University Press; 2000.

5. Janeway’s Immunobiology, 7 th edition: Chapter 15; Pgs. 672-678

6. Janis Kuby (1994). Immunology. 2
nd

edition. W.H.Freeman an Company.

Chapter 25

7. Kirkwood J. Immunotherapy of Cancer in 2012. CA CANCER J CLIN

2012;62:309 -335

Similer Documents