Download Keberadaan Unsur Alkali Tanah Di Alam PDF

TitleKeberadaan Unsur Alkali Tanah Di Alam
File Size158.4 KB
Total Pages8
Document Text Contents
Page 2

merupakan unsur

terlarut ketiga

terbanyak pada air

laut.
 Warna magnesium di

alam adalah putih

keperakan
 Di alam Magnesium

terdapat sebagai

klorida, karbonat,

sulfat dan juga

sebagai silikat.
 Magnesium

bersenyawa menjadi

magnesium klorida

(MgCl2) dan senyawa

karbonat (MgCO3).

kemudian dipanaskan dengan

FeSi sehingga menghasilkan

Mg.
 Metode Elektrolisis

Untuk mendapatkan logam

magnesium, harus

dielektrolisis leburan

MgCl2.6H2O. Hal ini tidak

dapat dilakukan secara

langsung karena pemanasan

MgCl2.6H2O akan

menghasilkan MgO dimana

oksida ini sukar dileburkan

karena memiliki titik lebur

yang sangat tinggi. Disamping

itu senyawa tersebut dapat

mengalami hidrolisis. Hal ini

dapat diatasi dengan

menambahkan magnesium

klorida yang mengalami

dehidrasi sebagian ke dalam

campuran leburan natrium dan

kalsium klorida. Campuran

leburan ini dapat dilektrolisis

dan magnesium akan

terbentuk pada katode dan

anode menurut reaksi berikut:

Katode : Mg2+(l) + 2e à

Mg(l)
Anode : 2Cl-(l) à Cl2(l) +

2e

melimpah dilaut.
Magnesium di alam

terdapat sebagai

klorida, karbonat,

sulfat dan juga

sebagai silikat.
Magnesium di alam

dapat bersenyawa

menjadi magnesium

klorida (MgCl2), dan

senyawa karbonat

(MgCO3).
Untuk mengetahui

keberadaan

magnesium yaitu

dengan metode

reduksi dan metode

elektrolisis.

Keberadaan Kalsium di

alam.

 Kalsium terdapat

sebanyak 3,4 % di

Keberadaan Kalsium dapat

diketahui dengan:

 Metode Reduksi dengan

Elektrolisis

Keberadaan dari unsur

Kalsium di alam.
Kalsium berada

dikerak bumi dengan


 Konsep

reduksi dan

oksidasi

Page 4

(SrCO3)
 Senyawa selesit

merupakan sumber

utama Strontium (Sr).

2e- calastite (SrSO4)

dan strontianite

(SrCO3) yang

mana senyawa

selesit menjadi

sumber utama

strontium.

Keberadaan

stronsium di alam

dapat diketahui

dengan metode

elektrolisis
Keberadaan Barium di

alam:

 Barium terdapat dibumi

dengan jumlah

sebanyak 0,04%
 Barium di alam

terdapat sebagai sulfat

dan karbonat.
 Di alam barium

membentuk mineral

baritin atau yang sering

disebut Barium sulfat

(BaSO4) dan mineral

witerit (BaCO3) atau

yang sering disebut

barium karbonat
 Barit (BaSO4) adalah

sumber utama untuk

memperoleh Barium

(Ba).

Keberadaan Barium di alam dapat

diketahui dengan:

 Metode Elektrolisis

Untuk mengetahui keberadaan

barium , maka secara komersial

dilakukan melalui elektrolisis

lelehan barium klorida (BaCl).

Reaksi yang terjadi:

Katode ; Ba2+(l) +2e- à Ba(l)

Anoda : 2Cl-(l) à Cl2(l) +

2e-

Metode Reduksi

Selain dengan elektrolisis, untuk

mengetahui keberadaan barium

bisa kita peroleh dengan

mereduksi BaO oleh Al.

Keberadaan dari unsur

Barium di alam:

 Barium yang

terdapat pada

kerak bumi adalah

sebanyak 0,04%

berupa sulfat dan

karbonat. Di alam

barium dapat

membentuk

senyawa mineral

baritin (BaSO4)

dan mineral witerit

(BaCO3) yang

mana Barit

(BaSO4) adalah

sumber utama

untuk memperoleh

Barium (Ba).

Keberadaan

barium dapat

diketahui dengan

Mengetahui dan

memahami:

 Klasfikasi materi

 Konsep

oksidasi,

reduksi

 Persenyawaan

unsur dan

persamaan

reaksi

 Lambang fase

dalam

persamaan

reaksi

 elektrolisis.

Page 5

metode elektrolisis

dan metode

reduksi
Keberadaan radium di

alam:

 Di alam Radium

terdapat pada bijih

uranium

 Di alam radium

berwarna putih bersih

namun jika teroksidasi

akan berubah menjadi

hitam.

 Radium dialam bersifat

radioaktif dengan

isotopenya yaitu 226Ra88

berasal dari peluruhan

uranium yaitu 238U92 ,

sedangkan 224Ra88 , dan
226Ra88 berasal dari

peluruhan thorim (Th-

232)

Keberadaan Radium di alam

dapat diketahui dengan:

Radium terbentuk dari peluruhan

uranium dan thorium. Untuk

mengetahui keberadaan radium di

alam yaitu dengan cara

memisahkan uranium dari

bijihnya kemudian didapatkan

radium sebagai logam murni

dengan cara mengelektrolisis

radium klorida murni

menggunakan katoda merkuri,

kemudian didistilasi pada tekanan

atmosphere gas hidrogen.

Keberadaan dari unsur

radium di alam:

 Radium di alam

terdapat pada bijih

uranium , berwarna

putih bersih namun

akan berubah

menjadi hitam jika

teroksidasi.

Radium bersifat

radioaktif dengan

isotope 226Ra88 ,
224Ra88 , dan 226Ra88

Mengetahui dan

memahami

konsep

 Klasifikasi

materi

 Reaksi kimia

 Elektrolisis

 Destilasi

*Barisdiisi penuh jika semua jenis pengetahuan terkait di temukan
(teridentifikasi)

b. Pembahasan secara induktif (contoh-contoh dan rasionalnya):

Berilium di alam terdapat sebagai silikat dan tidak terlalu banyak di alam. Berilium

ini bersenyawa menjadi mineral beril Be3Al2[Si6O18] dan krisoberil [Al2Be4]. Berilium, bisa

didapatkan dengan mereduksi BeF2. BeF2 diperoleh dari pemanasan beril

Be3Al2[Si6O18]dengan Na2SiF6 hingga 7000C.

Selain itu Berilium juga dapat diperoleh dengan mengelektrolisis lelehan BeCl2 yang

telah ditambah NaCl, karena BeCl2 tidak dapat mengahantarkan listrik dengan baik, sehingga

ditambahkan NaCl. Reaksi yang terjadi adalah:

Katode : Be2+(l) + 2e- à Be(l)

Anode : 2Cl-(l) à Cl2(l) + 2e-

Page 6

Pengetahuan konseptual yang harus dikuasai adalah dengan memahami Keberadaaan dari

unsure Berilium dialam yaitu terdapat sebagai silikat. Berilium adalah unsur yang tidak terlalu

banyak terdapat pada kerak bumi.Berilium di alam dapat bersenyawa menjadi Be3Al2[Si6O18]

dan krisoberil [Al2Be4]. Pengetahuan prasyarat yang harus dikuasai terlebih dahulu adalah

mengetahui dan memahami konsep oksidasi, reduksi, persamaan reaksi dan persenyawaan

unsur berilium

Magnesium di alam terdapat sebagai klorida, karbonat, sulfat dan juga sebagai silikat

dan berperingkat nomor 8 terbanyak yang terdapat di kerak bumi. Jumlah dari magnesium

dikerak bumi 1,9% keberadaannya dan masuk ke dalam urutan ketiga paling melipah dilaut.

Selain itu di alam magnesium bersenyawa menjadi magnesium klorida (MgCl2), senyawa

karbonat (MgCO3), Dolomit [MgCa(CO3)2], dan Senyawa Epsomit [MgSO4.7H2O]. Untuk

mendapatkan magnesium dapat mengekstraksi dari dolomite [MgCa(CO3)2] Dolomite

dipanaskan sehingga terbentuk MgO.CaO.kemudian dipanaskan dengan FeSi, MgO akan

direduksi oleh FeSi sehingga menghasilkan Mg.

Pengetahuan konseptual yang harus dikuasai adalah Keberadaan dari unsur Magnesium

di alam terdapat sebagai klorida, karbonat, sulfat dan juga sebagai silikat Magnesium

beradadikerakbumidenganjumlah 1,9% dan meduduki peringkat ke-8 terbanyak yang terdapat

di kerak bumi serta merupakan urutan ketiga paling melimpah dilaut. Magnesium dapat

bersenyawa menjadi magnesium klorida (MgCl2), senyawa karbonat (MgCO3). Pengetahuan

prasyarat yang harus dikuasai terlebih dahulu adalah mengetahui dan memahami konsep

oksidasi, reduksi, persamaan reaksi dan persenyawaan unsur magnesium.

Kalsium di alam terdapatsebagai karbonat (batukapur), sulfat dan fosfat. Kalsium

menjadi nomor 5 terbanyak yang terdapat di kerakbumi yang berjumlah 3,4% keberadaannya

di alam. Di alam kalsium dapat membentuk senyawa karbonat (CaCO3), senyawa fosfat

(CaPO4), senyawa sulfat (CaSO4) dan senyawa flourida (CaF). Batu kapur (CaCO3) adalah

sumber utama kalsium (Ca). Kalsium dapat diperoleh dengan mereaksikan CaCO3 dengan HCl

agar terbentuk senyawa CaCl2. Reaksi yang terjadi:

CaCO3(s) + 2HCl(aq) à CaCl2(l) + H2O(l) + CO2(g)

Selanjutnya, leburan CaCl2 dielektrolisis untuk mendapatkan kalsium (Ca). Reaksi yang

terjadi:

Katoda : Ca2+(l) + 2e- à Ca(l)

Anoda : 2Cl-(l) à Cl2(l) + 2e-

Page 7

Selain itu Logam kalsium (Ca) juga dapat dihasilkan dengan mereduksi CaO oleh Al

atau dengan mereduksi CaCl2 oleh Na.

Pengetahuan konseptual yang harus dimiliki adalah karbonat (batukapur), sulfat dan

fosfat. Kalsium menjadi nomor 5 terbanyak yang terdapat di kerakbumi yang berjumlah 3,4%

keberadaannya di alam. Di alam kalsium dapat membentuk senyawa karbonat (CaCO3),

senyawa fosfat (CaPO4), senyawa sulfat (CaSO4) dan senyawa flourida (CaF). Sumber utama

kalsium (Ca) adalah batu kapur (CaCO3). Konsep prasyarat yang harus dikuasai adalah

mengetahui dan memahami konsep oksidasi, reduksi, persamaan reaksi dan persenyawaan

unsurnya.

Stronsium di alam terdapat sebagai sulfat dan karbonat yang berjumlah 0,03% dan

membentuk senyawa mineral calastite (SrSO4) dan strontianite (SrCO3). Senyawa selesit

merupakan sumber utama. Strontium (Sr). Strontium (Sr) dapat diperoleh dengan elektrolisis

lelehan SrCl2. Lelehan SrCl2 bisa didapatkan dari senyawa selesit [SrSO4]. Reaksi yang

terjadi:

Katode : Sr2+(l) +2e- à Sr(l)

Anoda : 2Cl-(l) à Cl2(l) + 2e-

Pengetahuan konseptual yang harus dimiliki adalah Stronsium terdapat sebagai sulfat

dan karbonat yang berjumlah 0,03% dan membentuk senyawa mineral calastite (SrSO4) dan

strontianite (SrCO3). Senyawa selesit merupakan sumber utama. Konsep prasyarat yang harus

dikuasai adalah mengetahui dan memahami konsep oksidasi, reduksi, persamaan reaksi dan

persenyawaan unsurnya.

Barium di alam terdapat sebagai sulfat dan karbon dengan jumlah sebanyak 0,04% dan

membentuk senyawa mineral baritin (BaSO4) dan mineral witerit (BaCO3). Barit (BaSO4)

adalah sumber utama untuk memperoleh Barium (Ba). Barium secara komersial diproduksi

melalui elektrolisis lelehan barium klorida (BaCl). Reaksi yang terjadi:

Katode ; Ba2+(l) +2e- à Ba(l)

Anoda : 2Cl-(l) à Cl2(l) + 2e-

Selain dengan elektrolisis, barium bisa kita peroleh dengan mereduksi BaO oleh Al.

Pengetahuan konseptual yang harus di kuasai adalah barium terdapat sebagai sulfat dan

karbon dengan jumlah sebanyak 0,04% dan membentuk senyawa mineral baritin (BaSO4) dan

mineral witerit (BaCO3). Barit (BaSO4) adalah sumber utama untuk memperoleh Barium

Similer Documents