Download Laporan Akhir PLP2KBK Kota Jambi PDF

TitleLaporan Akhir PLP2KBK Kota Jambi
File Size11.1 MB
Total Pages71
Table of Contents
                            BAB I_JAMBI
BAB II_JAMBI
BAB III_JAMBI
BAB IV_JAMBI__
BAB V_JAMBI
BAB VI_JAMBI
BAB VII_JAMBI__
BAB VIII_JAMBI__
                        
Document Text Contents
Page 1

SWAKELOLA 2012 LAPORAN AKHIR

LOKASI :
KELURAHAN LEGOK KECAMATAN TELANAIPURA

KOTA JAMBI

PRA DED

PENANGANAN LINGKUNGAN

PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN KUMUH

BERBASIS KAWASAN

(PLP2K-BK)

DEPUTI BIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN
KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA

Page 2

i | P L P 2 K - B K K o t a J a m b i


KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
DEPUTI BIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN

LAPORAN AKHIR
















Penyusunan Laporan Akhir Rencana Rinci Penanganan Lingkungan Perumahan dan Permukiman

Kumuh Berbasis Kawasan Kota Jambi memiliki substansi yang difokuskan pada identifikasi dan

analisis hasil survey lapangan dan diskusi warga, yang dilengkapi dengan konsep dan gagasan awal

penanganan permukiman kumuh Kelurahan Legok. Pendekatan analisis dilakukan dengan berbasis

kawasan, dimana kajian dilakukan terhadap kedudukan kawasan perencanaan terhadap konteks

keruangan yang lebih luas, yaitu kaitannya dengan Pusat Kota Jambi dan wilayah sekitar lokasi

perencanaan. Selain berbasis kawasan, pendekatan analisis dan penyusunan konsep juga diarahkan

pada konsep Tridaya yang merupakan pendekatan terhadap aspek lingkungan, ekonomi dan sosial.

Kami menyadari, masih banyak terdapat kekurangan baik dari segi substansi maupun editorial dalam

pelaporan ini, sehingga kami sangat mengharapkan masukan-masukan dari berbagai pihak sebagai

acuan kami dalam penyempurnaan laporan dan penyusunan laporan tahap selanjutnya. Tidak lupa

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu upaya penyusunan

Laporan Akhir ini.

Atas perhatiannya, Kami sampaikan terima kasih.





Jakarta, September 2012






Tim Penyusun

Page 35

3-4 | P L P 2 K - B K K o t a J a m b i



KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
DEPUTI BIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN LAPORAN AKHIR



C. Struktur Penduduk Menurut Mata Pencaharian Pokok

Jenis pekerjaan buruh/swasta merupakan mata pencaharian utama dan memberikan kontribusi

dominan dalam kegiatan usaha penduduk, dimana jumlahnya mencapai 536 orang atau 41,01 %

dari total jumlah penduduk Kelurahan Legok. Adapun mata pencaharian pedagang merupakan jenis

pekerjaan lainnya yang mendominasi dengan persentase 30,68 %. Struktur Penduduk Kelurahan

Legok selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 3.6
Struktur Penduduk Kelurahan Legok

Menurut Mata Pencaharian Pokok Tahun 2010


NO PEKERJAAN JUMLAH (ORANG) %

1 Buruh / Swasta 536 41,01

2 Pegawai Negeri 161 12,32

3 Pengrajin 12 0,92

4 Pedagang 401 30,68

5 Penjahit 17 1,30

6 Tukang Batu 66 5,05

7 Tukang Kayu 39 2,98

8 Peternak 5 0,38

9 Nelayan 54 4,13

10 Montir 15 1,15

11 Dokter 1 0,08

12 Sopir 39 41,01

13 TNI/POLRI 20 12,32

14 Pengusaha 15 0,92

JUMLAH 100,00

Sumber : Profil Kelurahan Legok, 2010



3.2.3 Kondisi Perumahan dan Permukiman Kelurahan Legok Kecamatan Telanaipura

Seiring dengan terus bertambahnya jumlah penduduk di Kota Jambi maka kebutuhan akan rumah akan

terus meningkat, tercatat pada tahun 2007 terdapat angka backlog perumahan sebesar 21.834 unit

rumah yang tersebar di 50 kelurahan(RP4D Kota Jambi 2008). Backlog tersebut adalah selisih antara

jumlah rumah yang tersedia dengan jumlah rumah yang dibutuhkan.

Untuk Kelurahan Legok sendiri tercatat jumlah rumah pada tahun 2010 dirinci menurut jenis bangunan

adalah sebagai berikut :

• Rumah Permanen : 369 unit

• Rumah Semi Permanen : 1.548 unit

• Rumah Kayu/Papan : 1.404 unit

Sementara Jumlah Rumah Tangga yang tercatat adalah sebesar 2.180 jiwa dengan rata – rata

penduduk per rumah tangga adalah 5 orang, dengan demikian terdapat selisih sebesar 2.285 unit untuk

tahun 2018, artinya kebutuhan rumah di Kelurahan Legok untuk mencapai angka backlog nol pada

tahun 2018 adalah 2.285 unit rumah.

Kelurahan Legok dalam rencana pembangunan dan pengembangan perumahan dan permukiman

daerah Kota Jambi sendiri adalah merupakan kawasan prioritas yang harus ditangani, hal ini atas dasar

pertimbangan kawasan yang mempunyai tingkat kekumuhan cukup tinggi, dan berada di bantaran

sungai terutama pada kawasan pasang surut muka air sungai. Hal ini terlihat dari konstruksi rumah-

rumah tersebut yang dibangun dengan konstruksi tinggi dari atas muka tanah, dan karena bahan

konstruksi yang digunakan dominan dari kayu dengan kualitas kurang bagus, menambah kumuh

kawasan tersebut.

Page 36

4-1 |


KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
DEPUTI BIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN

BAB 4








4.1 Delineasi Wilayah Perencanaan

4.1.1 Delineasi Wilayah Perencanaan

Penentuan wilayah perencanaan di dasarkan oleh beberapa kriteria yang telah di tetapkan yaitu sebagai

berikut :

1) Kriteria Umum

a. berada pada peruntukan perumahan dalam RTRW kota/kabupaten;

b. kepadatan penduduk > 400 jiwa/hektar untuk kota kecil, > 500 jiwa/hektar untuk kota besar dan

sedang, dan > 750 jiwa/hektar untuk kota metropolitan;

c. rumah tidak layak huni sebanyak > 60%,

d. angka penyakit akibat buruknya lingkungan permukiman cukup tinggi (demam berdarah, diare,

ISPA, dan lain-lain) yang cukup tinggi;

e. intensitas permasalahan sosial kemasyarakatan cukup tinggi, misalnya (urban crime, keresahan

serta kesenjangan yang tajam, dan lain-lain)

f. ketersediaan PSU di bawah standar pelayanan minimal;

g. rawan bencana, misalnya banjir, tanah longsor dan kebakaran.

2) Kriteria Wajib

a. lokasi perumahan kumuh dan permukiman kumuh mengelompok, dengan luasan yang mampu

menciptakan interaksi dengan sistem perkotaan;

b. ditetapkan oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari kebijakan dan program penanganan

lingkungan permukiman kumuh;

c. teralokasinya APBD baik tingkat kabupaten/kota dan provinsi untuk sinergi kegiatan dan

keberlanjutan penanganan ke depan sesuai dengan hasil Rencana Penataan Lingkungan Permukiman

Kumuh dan Rencana Tindak Komunitas.











3) Kriteria Kompetitif

a. Partisipasi masyarakat;

b. Intensitas kekumuhan;

c. Intensitas permasalahan sosial kemasyarakatan;

d. Proporsi alokasi APBD untuk keberlanjutan kegiatan.

Maka berdasarkan kriteria tersebut diatas, wilayah perencanaan

permukiman kumuh berbasis kawasan di Kota Jambi

sebagai berikut :

1. Ditetapkan sebagai salah satu kawasan permukiman kumuh melalui SK Walikota Jambi

No.147/2010 tentang Penetapan Lokasi Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh di Kota

Jambi yang didukung oleh usulan dari pihak terkait dalam hal ini Dinas Tata Kota dan Bap

Kota Jambi.

2. Peruntukan lahan dalam Rencana Pola Ruang Kota Jambi seperti yang tertuang dalam draft

RTRW Kota Jambi Tahun 2011 – 2031 adalah kawasan permukiman dengan ciri kawasan berada

dalam kawasan rawan bencana banjir dengan disertai ketersediaan P

3. Luas Wilayah Perencanaan adalah 19,5 Ha.

4. Merupakan wilayah hinterland pusat Kota Jambi (Ibu Kota Provinsi Jambi),

Legok Kecamatan Telanaipura yang terdiri dari

dan 35.

5. Batasan fisik wilayah perencanaan adalah sebagai berikut :

- Sebelah Barat : Jalan Danau Sipin

- Sebelah Timur : Sungai Anak Danau Sipin

- Sebelah Utara : Sungai Batanghari

- Sebelah Selatan : Sungai Anak Danau Sipin



P L P 2 K - B K K o t a J a m b i

LAPORAN AKHIR

Intensitas permasalahan sosial kemasyarakatan;

kegiatan.

Maka berdasarkan kriteria tersebut diatas, wilayah perencanaan penanganan perumahan dan

di Kota Jambi (yang dapat dilihat pada gambar 4.1) adalah

Ditetapkan sebagai salah satu kawasan permukiman kumuh melalui SK Walikota Jambi

No.147/2010 tentang Penetapan Lokasi Lingkungan Perumahan dan Permukiman Kumuh di Kota

dari pihak terkait dalam hal ini Dinas Tata Kota dan Bappeda

Peruntukan lahan dalam Rencana Pola Ruang Kota Jambi seperti yang tertuang dalam draft

2031 adalah kawasan permukiman dengan ciri kawasan berada

dalam kawasan rawan bencana banjir dengan disertai ketersediaan PSU yang sangat minim.

terland pusat Kota Jambi (Ibu Kota Provinsi Jambi), tepatnya di Kelurahan

Legok Kecamatan Telanaipura yang terdiri dari sembilan RT yaitu RT 24,26, 27, 28, 29 30, 31, 34,

ah sebagai berikut :

: Jalan Danau Sipin

: Sungai Anak Danau Sipin

: Sungai Batanghari

Sungai Anak Danau Sipin

Page 70

8-2 |


KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
DEPUTI BIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN

Tabel 8.2
Rekomendasi Indikasi Program untuk DED



No Komponen Koordinat Volume

Harga
Satuan(
dalam
Juta)

Estimasi
Biaya(Dalam
Juta Rupiah)

Keterangan LOKASI

1
Peningkatan Jalan
Lingkungan

3930,2 m³ 1,5 1.495

Pelebaran menjadi 3
meter dengan
tutupan beton/beton
bertulang

Wilayah
Perencanaan

2 Kolam Retensi 240 m² 4,0 312,0

Terdiri dari kolam
retensi dan saluran
yang
menghubungkan ke
sungai

RT 29

3 Saluran Drainase 106 m² 0,2 162,0 - RT 29

4
Jembatan
Penghubung

20 m² 2,0 180,0 - RT 25,29

5
Gedung Serba
Guna

100 m² 2,75 626,3 2 unit RT 29,30

6

Tempat
Pembuangan
Sampah Sementara
(TPST)

4 unit - 76,0 - RT 30,27

7 MCK Komunal 4 unit 100,0 400,0 - RT 29,30.31

8 PJU Solar Cell 20 unit 12,0 240,0 -
Wilayah
Perencanaan

9 Gorong - Gorong 2 unit 7,2 14,4 - RT 29

TOTAL -- 3.377,7 - -

Sumber : Hasil Analisis, 2012




8.2 Desain Awal dan Dimensi Komponen Fisik untuk DED

Desain awal dan dimensi komponen fisik untuk DED didasarkan pada kondisi fisik alamiah dasar

wilayah penanganan (topografi, hidrologi, geologi dll) dan berdasarkan pada usulan warga. Serta

Pemerintah Kota Jambi. Adapun desain awal dan dimensi komponen fisik Untuk DED pada tiap-tiap

program penanganan fisik adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan jalan lingkungan melalui pelebaran dan perbaikan sebagai akses utama keluar masuk

kawasan yang melintasi RT 27, 29,dan 30.

Tutupan Jalan

Beton bertulang.

Dimensi

Panjang : 637 meter

Lebar : 3 meter





2. Peningkatan drainase melalui pelebaran saluran

Desain Drainase :

Terbuka

Dimensi Jalan :

- Panjang : 106 m

- Lebar : 0,8 m



3. Pembangunan Kolam Retensi di RT 29 sebagai lahan resapan dan pengendali banjir

Desain :

- Tipe Kolam Retensi : Samping badan sungai

- Luas Areal Kolam : 60 m²

- Panjang Saluran drainase : 90 m²





























4. Pembangunan MCK Komunal (4 unit) di RT 30,31,29

Desain :

- MCK ( 4 pintu)

- Septiktank

- Penampungan Air Bersih

- Sumber Air bersih PDAM





Gambar
Tipe Kolam Retensi di Samping Badan Sungai

P L P 2 K - B K K o t a J a m b i

LAPORAN AKHIR

pelebaran saluran di RT 29

Kolam Retensi di RT 29 sebagai lahan resapan dan pengendali banjir

Samping badan sungai

di RT 30,31,29

Samping Badan Sungai

Page 71

8-3 |


KEMENTERIAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
DEPUTI BIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN

Dimensi :

- MCK : 10 m x 3 m (@ pintu 1,5 m x 2 m)

- Septiktank : 1,5 m x 1,5 m x 1,5 m

- Penampungan Air Bersih : 1000 liter



5. Pembangunan TPST (2 Unit) di RT 30 dan 27

Desain :

- TPS dilengkapi dengan sarana composting dan 3R

- Sarana Komposting dan 3 R di buat permanen berupa bak

Dimensi :

- TPS : 12 m
2


- Composting : 2 unit ( 1 unit dapat menampung 250 kg sampah)



6. Penyediaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah perencanaan.

Desain :

Type PJU : Octagonal Parabola

Dimensi PJU :

- Jumlah PJU : 30 unit

- Tinggi : 7 m

- Jarak antar PJU : 50 m

- Kekuatan lampu : 250 watt



















7. Pembangunan Gedung Serba Guna di RT 29 dan RT 30


Desain :

- Type Bangunan : Permanen

- Jumlah Bangunan : 2 unit

- Jumlah Lantai : 1 lantai

- Kelengkapan : Areal Parkir, MCK

Dimensi :

- Tapak Bangunan : P : 46 m ; L : 15 m

- Luas Areal Parkir + Taman : P : 20 m ; L : 15 m









































Gambar
Penerangan Jalan Umum Sollar Cell

P L P 2 K - B K K o t a J a m b i

LAPORAN AKHIR

7. Pembangunan Gedung Serba Guna di RT 29 dan RT 30

: Areal Parkir, MCK dan Taman

: P : 46 m ; L : 15 m

: P : 20 m ; L : 15 m

Similer Documents