Download Modul Pelatihan Praktik Teknik Digital Dengan Software Proteus PDF

TitleModul Pelatihan Praktik Teknik Digital Dengan Software Proteus
File Size9.2 MB
Total Pages28
Document Text Contents
Page 1

MODUL


PRAKTIK TEKNIK DIGITAL DENGAN

SOFTWARE SIMULASI PROTEUS


































PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT (PPM)

31 Agustus, 7 & 14 September 2013



TIM

Muhamad Ali, M.T.

Andik Asmara, S.Pd.





JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2013

Page 2

Simulasi Rangkaian Digital Dengan Proteus Profesional 2013


2

BAB I

PENGENALAN PROTEUS PROFESIONAL



A. PENGANTAR
Proteus professional merupakan kelompok software elektronik yang digunakan

untuk membantu para desainer dalam merancang dan mensimulasikan suatu rangkaian

elektronik. Software ini memiliki dua fungsi sekaligus dalam satu paket, paket satu

sebagai software untuk menggambar skematik dan dapat disimulasikan yang diberi nama

ISIS. Paket kedua digunakan sebagai merancang gambar Printed Circuits Board (PCB)

yang diberi nama ARES. Secara langsung, pengubahan dari skematik ke PCB dapat

dilakukan dalam software Proteus Profesional ini.

Proteus Prof ISIS memiliki versi yang selalu diperbarui, mulai dari versi 7.0

sampai dengan 7.8. Setiap kenaikan versi memiliki penambahan akan library komponen

yang dapat diambil dan digunakan dalam penggambaran atau perancangan. Sebagai

perancang rangkaian elektronik terlebih dahulu menggunakan ISIS sebagai media yang

memudahkan dalam peranangan dan simulasi. Banyaknya library dari Proteus

Profesional ISIS membuat software ini dikatakan software simulasi lengkap, yaitu dari

komponen-komponen pasif, Analog, Trasistor, SCR, FET, jenis button/tombol, jenis

saklar/relay, IC digital, IC penguat, IC programmable (mikrokontroller) dan IC memory.

Selain didukung dengan kelengkapan komponen, juga didukung dengan kelengkapan

alat ukur seperti Voltmeter, Ampere meter, Oscilloscope, Signal Analyzers, serta

pembangkit Frekuensi. Kelengkapan fitur yang disediakan ini menjadikan Proteus

Profesional ISIS menjadi salah satu software simulasi elektronik terbaik.



B. INSTALASI PROTEUS PROFESIONAL (Series 7.5)
Untuk menjalankan program Proteus Profesional 7.5 perlu dilakukan installasi

dulu pada computer. Berikut langkah installasi pada computer (Windows XP dan

Windows 7 langkahnya sama):

1. Buka Folder Proteus 7.5, jalankan setup proteus 75 dengan cara double click.

Page 14

Simulasi Rangkaian Digital Dengan Proteus Profesional 2013


14

Rangkaian Flip-flop RS

Keluaran masing-masing gerbang NOR mendrive salah satu masukan pada gerbang

NOR yang lain. Demikian pula, masukan-masukan S dan R memungkinkan kita

mengeset atau mereset keluaran Y. Seperti sebelumnya, masukan S yang tinggi

mengeset Y ke 1; masukan R yang tinggi mereset Y ke 0. Jika R dan S kedua-duanya

rendah, keluaran tetap tergrendel (latched) atau tertahan pada keadaan terakhirnya.

Kondisi pertentangan yakni R dan S kedua-duanya tinggi pada saat yang sama juga

masih terlarang.



Gambar 1. Flip-flop RS dengan gerbang NOR





Gambar 2. Flip-flop RS dengan gerbang NAND

Berbagai rancangan tingkat lanjutan dapat diwujudkan untuk menyempurnakan

kecepatan perpindahan, impedansi keluaran, dan sebagainya.

Konsep Flip-flop RS yang harus diingat adalah sbb:

 R dan S keduanya rendah berarti keluaran Y tetap berada pada keadaan terakhirnya

secara tak terbatas akibat adanya aksi penggrendelan internal.

 Masukan S yang tinggi mengeset keluaran Y ke 1, kecuali jika keluaran ini memang

telah berada pada keadaan tinggi. Dalam hal ini keluaran tidak berubah, walaupun

masukan S kembali ke keadaan rendah.

 Masukan R yang tinggi mereset keluaran Y ke 0, kecuali jika keluaran ini memang

telah rendah. Keluaran y selanjutnya tetap pada keadaan rendah, walaupun masukan R

kembali ke keadaan rendah.

 Memberikan R dan S keduanya tinggi pada saat yang sama adalah terlarang karena

merupakan pertentangan (Kondisi ini mengakibatkan masalah pacu, yang akan dibahas

kemudian).

Y

Y

R

S

Y

Y
R

S

Page 15

Simulasi Rangkaian Digital Dengan Proteus Profesional 2013


15

Pengembangan lebih lanjut dari RS – FF adalah Clocked RS FF. Perbedaan cara kerja

dari Clocked RS FF adalah bahwa flip –flop akan mengalami perubahan seperti pada

RS FF menunggu sinyal clock aktif (logika tinggi).



Rangkaian Simulasi:






Keyword Komponen:

Nama Komponen Keyword
7404 7404
Gerbang Logika AND AND
Gerbang Logika NAND NAND

Page 27

Simulasi Rangkaian Digital Dengan Proteus Profesional 2013


27

Resolusi (step size)

Resolusi dari sebuah DAC didefinisikan sebagai perubahan keluaran analog yang

paling kecil yang bisa terjadi sebagai hasil perubahan pada input digital. Resolusi juga

disebut step size, karena mewakili besarnya perubahan di Vout seiring perubahan di

masukan digital satu langkah demi langkah. Pada gambar di bawah ini, resolusi atau step

size besarnya adalah 1 V. pada contoh tersebut, saat pencacah memberikan masukan

1111, maka keluaran DAC adalah 15 V, nilai ini disebut keluaran skala-penuh (full-

scale output).

Dengan demikian keluaran analog dari sebuah DAC dapat dirumuskan sebagai:

keluaran analog = step size x masukan digital

Cara lain untuk menghitung resolusi atau step size dari sebuah DAC adalah:

)12(

A
resolusi

n
fs




dengan Afs adalah keluaran analog skala penuh dan n adalah cacah bit nilai digital.

Untuk ADC, pada dasarnya resolusi (step size) dapat dihitung dengan cara yang

sama, hanya sinyal analog adalah masukan dan sinyal digital adalah keluaran.




Gambar 4. Keluaran dari DAC dengan masukan dari pencacah.

Rangkaian Simulasi:

Page 28

Simulasi Rangkaian Digital Dengan Proteus Profesional 2013


28


Keyword:

Nama Komponen Keyword

Resistor RES

Masukan SW-SPDT

Similer Documents