Download Sanitasi Industri PDF

TitleSanitasi Industri
File Size52.5 KB
Total Pages8
Document Text Contents
Page 2

 Menjamin keamanan dan kemurnian makanan, mencegah konsumen dari

penyakit dan mengurangi kerusakan atau pemborosan makanan.

c. Kriteria makanan yang baik

 Berada dalam derajat kematangan.

 Bebas dari pencemaran.

 Bebas dari perubahan fisik, kimia yg tdk dikehendaki, aktivitas mikroba,

hewan pengerat, serangga, parasit dan kerusakan karena pemasakan dan

pengeringan.

 Bebas dari mikroorganisme dan parasit yg menimbulkan penyakit yang

dihantarkan oleh makanan.

d. Ruang lingkup

 Ruang makan (luas tempat, peralatan, nyaman, sarana cuci tangan,

musik).

 Dapur (letak, tidak berhubungan dengan tempat kerja, konstruksi).

 Masakan (kebutuhan kalori, cita rasa, status gizi).

 Cara penyajian (jalur pelayanan, penyajian, peralatan).

 Petugas sanitasi dan pengelola makanan (sehat, penyuluhan gizi,

kebersihan, sanitasi lingkungan).



2. Air Bersih

a. Persyaratan

Kualitas air bersih memenuhi syarat kesehatan yang meliputi persyaratan

fisika, kimia, mikrobiologi dan radioaktif sesuai dengan peraturan dan

perundang-undangan yang berlaku.

b. Tata cara

1. Pengertian

Air bersih adalah air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari

dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai

dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat

diminum apabila dimasak.

Page 5

2. Menjaga kebersihan lingkungan sehingga tidak terjadi penumpukan

sampah dan sisa makanan.

3. Pengaturan peralatan dan arsip secara teratur dan rapi.

4. Meniadakan tempat perindukan serangga dan tikus.

- Pengendalian secara kimia yaitu dengan melakukan penyemprotan,

pengasapan, memasang umpan, membubuhkan abate pada tempat

penampungan air bersih.

- Pengendalian pejamu dengan listrik frekuensi tinggi.

- Cara mekanik dengan memasang perangkap.



4. Pengelolaan Limbah

 Sisa atau hasil buangan produksi yang berupa zat cair dan diolah melalui

IPAL.

 Jika hasil analisis menunjukkan bahwa limbah tersebut beracun berdasarkan

baku mutu, harus dikirim ke pusat pengolahan limbah cair.

 Jika sesuai baku mutu dapat digunakan untuk internal production

consumption atau dibuang ke lingkungan dengan ijin BAPPEDAL.

 Pembuangan limbah rumah tangga dan industri:

- Ada pemisahan sesuai dengan jenisnya.

- Limbah cair harus terlebih dahulu diolah dalam Instalasi Pengolahan Air

Limbah (IPAL).

- Limbah berupa benda tajam diberi tanda sendiri.

 Limbah

 Limbah padat

a. Limbah padat yang dapat dimanfaatkan kembali dengan pengolahan

daur ulang dan pemanfaatan sebagian (reuse, recycling, recovery) agar

dipisahkan dengan limbah padat yang non B.

b. Limbah B3 dikelola di tempat pengolahan limbah B3 sesuai dengan

ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

c. Limbah radioaktif dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Page 6

 Limbah cair

a. Saluran limbah cair harus kedap air, tertutup,limbah cair dapat

mengalir dengan lancar dan tidak menimbulkan bau.

b. Semua limbah cair harus dilakukan pengolahan fisik, kimia, atau

biologis sesuai kebutuhan.



Delapan Kunci Dalam SSOP

1. Keamanan air

Pemurnian air: penyaringan, penghilangan padatan tersuspensi dengan

koagulan, desinfeksi, pelunakan air dengan soda lemon atau ionisasi.

2. Sanitasi

Berisi prosedur pembersihan dan sanitasi alat, frekuensi pembersihan dan

petugas yang bertanggung jawab.

3. Kontaminasi silang

Pencegahan kontaminasi silang dari barang yang tidak saniter terhadap produk.

4. Sanitasi karyawan

Meliputi fasilitas cuci tangan, sanitasi tangan dan toilet yang digunakan,

mencakup prosedur, penjadwalan, petugan pembersihan dan jenis pembersihan,

pemantauan dilakukan supervisor dan didokumentasikan.

5. Pencegahan pencampuran bahan beracun

Pencegahan terhadap pencemaran yang disebabkan oleh pelumas, bahan bakar,

pestisida, bahan pembersih, bahan pencuci hama, kondensasi dan bahan

kontaminasi kimiawi, fisik dan biologis.

6. Pelabelan dan penyimpanan

Tata cara dan jenis pelabelan yang diterapkan pada bahan kimia yang

digunakan, baik untuk produksi maupun pembersihan, fumigasi, desinfeksi dan

sebagainya. Pelabelan dan penyimpanan dapat digolongkan berdasarkan jenis

bahan.

7. Kesehatan karyawan

Pengendalian kondisi kesehatan karyawan dapat mengakibatkan kontaminasi

mikrobiologi pada pangan, bahan kemasan pangan dan permukaan peralatan

Similer Documents