Download Si Cacing Dan Kotoran Kesayangannya PDF

TitleSi Cacing Dan Kotoran Kesayangannya
File Size1.4 MB
Total Pages115
Document Text Contents
Page 57

Bhikkhu dan jenderal,petani miskin dan pedagang kaya,perempuan dusun
sederhana dan perempuan penuh riasan dari Bangkok,semua duduk
bersisian.Tidak ada diskriminasi di bawah atap pondok Ajahn Chah.

Si pemuda Australia duduk di pojok kerumunan besar itu.dua jam berlalu
dan bahkan Ajahn Chah sama sekali tidak memerhatikan
kehadirannya.Terlalu banyak orang lain di depannya.Merasa sia-sia,dia
pun bangkit dan berjalan keluar.

Dijalan keluar menuju gerbang utama,dia melihat beberapa Bhikkhu
sedang menyapu dedaunan di sekitar menara lonceng.Masih ada satu
jam sebelum taksi datang menjemput si pemuda di depan gerbang,jadi
dia mengambil sebuah sapu,bermaksud untuk berbuat karma baik.

Sekitar tiga puluh menit kemudian,sewaktu sibuk menyapu,dia
merasakan ada tangan seseorang di bahunya.Dia menbalikan badan dan
dia kaget bercampur gembira,karena itu adalah tangan Ajahn Chah,yang
sedang berdiri sambil tersenyum
dihadapannya.Ajahn Chah telah melihat si pemuda barat ini,tetapi tidak
berkesempatan untuk menyapanya.Waktu itu,Ajahn Chah dalam
perjalanan keluar wihara menuju ke tempat lain,jadi dia hanya berhenti
sebentar di depan pemuda dari Sydney ini untuk memberinya sebuah
hadiah.Ajahn Chah mengucapkan sesuatu dengan cepat dalam bahasa
Thai,lalu berjalan keluar.

Bhikkhu penerjemah berkata kepadanya,” Ajahn Chah bilang bahwa jika
kamu mau menyapu,curahkan segala yang ada pada dirimu.” Lalu
penerjemah ini pun pergi menyusul Ajahn Chah.


Si pemuda berpikir mengenai ajaran singkat tadi dalam perjalanan
panjang kembali ke Australia.Dia menyadari,tentu saja,bahwa Ajahn Chah
telah mengajarkannya lebih dari sekedar bagaimana menyapu
dedaunan.Artinya menjadi jelas baginya.
“ Apapun yang engkau lakukan,curahkan segala yang ada pada dirimu.”

Dia menceritakannya kembali kepada saya beberapa tahun kemudian di
Australia bahwa nasehat hidup ini bernilai seratus kali perjalanan jauh
yang telah di tempuhnya.
Nasehat itu sekarang telah menjadi semboyannya dan telah membawa
kebahagiaan dan kesuksesan.saat dia sedang bekerja,dia mencurahkan
segalanya (pada apa yang dikerjakan).Saat dia sedang istirahat,dia
mencurahkan seluruh dirinya (untuk beristirahat total).Saat dia sedang
bergaul,dia mencurahkan seluruh dirinya.Itulah rumus untuk
sukses.Oh,dan saat dia sedang tidak melakukan apa-apa,dia juga
mencurahkan segalanya(dengan tidak melakukan apa-apa).


51. Apa Ada Masalah?


Filsuf dan matematikawan Prancis, Blaise Pascal (1623-1662) suatu kali
berkata, “Segala masalah manusia disebabkan oleh ketidaktahuannya
tentang bagaimana untuk duduk tenang”.

Saya akan menambahkan dengan ini ".. dan tidak tahu kapan saatnya
duduk tenang."

Pada tahun 1967, Israel sedang berperang melawan Mesir, Syiria, dan
Yordania. Di tengah-tengah peristiwa yang belakangan dikenal sebagai
Perang Enam Hari itu, seorang wartawan bertanya kepada mantan

Page 58

Perdana Menteri Inggris, Harold Macmillan, apa pendapatnya tentang
masalah di Timur Tengah itu.

Tanpa keragu-raguan, sang negarawan sepuh itu menjawab, “Tak ada
masalah di Timur Tengah.” Si wartawan tertegun mendengar jawaban itu

“Apa maksud Anda ‘tak ada masalah di Timur Tengah’?” si wartawan
penasaran. “Tak tahukah Anda bahwa sekarang sedang berlangsung
perang yang ganas? Tak sadarkah Anda bahwa selama kita sedang
berbicara ini, bom-bom jatuh dari langit, tank-tank meledakkan segala
sesuatu, dan para prajurit diberondong butiran peluru. Banyak yang
tewas atau terluka. Apa yang Anda maksud ‘tak ada masalah di Timur
Tengah’?”

Dengan sabar negarawan yang berpengalaman itu menjelaskan. “Pak,
sebuah masalah adalah seuatu yang memiliki solusi. Nah, tak ada solusi
untuk apa yang sedang terjadi di Timur Tengah, oleh karenanya hal itu
tidak bisa dikatakan sebagai sebuah masalah.”
Berapa banyak waktu dalam hidup yang kita sia-siakan karena
mengkhawatirkan sesuatu yang, pada saat itu, tak memiliki solusi, dan
karena itu, bukanlah sebuah masalah.


52. Membuat Keputusan


Sebuah masalah dengan solusi memerlukan sebuah keputusan, namun
bagaimanakah cara mengambil keputusan penting dalam hidup kita?

Biasanya kita mencoba mencari orang lain dan memintanya untuk
membuat keputusan sulit bagi kita. Dengan begitu, jika kemudian terjadi

sesuatu yang salah, kita punya seseorang sebagai kambing hitamnya.
Beberapa teman saya pernah mencoba mengakali saya supaya membuat
keputusan bagi mereka, tetapi saya menolak. Yang saya lakukan adalah
menunjukkan kepada mereka bagaimana mereka bisa membuat
keputusan yang bijaksana oleh diiri mereka sendiri.

Saat kita tiba dipersimpangan jalan dan tak yakin arah mana yang harus
diambil, kita sebaiknya menepi, rehat sejenak, dan menanti sebuah bis.
Segera, biasanya pada saat kita tak berharap, sebuah bis tiba. Di bagian
depan bis umum ada tulisan yang menandakan tujuan dari bis itu. Jika
tujuan Anda sama naiklah ke bis itu. Jika tidak, tunggulah, akan selalu ada
bis lain yang datang.

Dengan kata lain, saat kita harus mengambil suatu keputusan dan tak
yakin apa yang akan terjadi, kita sebaiknya menepi, rehat sejenak, dan
menunggu. Segera, biasanya saat kita tak berharap, sebuah solusi akan
menghampiri. Setiap solusi mempunyai tujuannya sendiri. Jika tujuannya
cocok dengan tujuan kita, ambillah solusi itu. Jika tidak, kita tunggu lagi,
akan selalu ada solusi lain yang akan datang.

Begitulah cara saya membuat keputusan. Saya mengumpulkan semua
informasi dan menunggu kedatangan solusi. Sesuatu yang bagus akan
selalu datang, asalkan saya tetap sabar. Biasanya dia datang dengan tak
disangka-sangka, ketika saya tidak memikirkannya.


53. Menyalahkan Orang Lain


Tatkala Anda tengah berusaha mengambil keputusan penting, anda bisa
memilih untuk menggunakan strategi yang disarankan dalam cerita

Similer Documents