Download SOP Diagnosis Kusta PDF

TitleSOP Diagnosis Kusta
File Size95.3 KB
Total Pages5
Document Text Contents
Page 2

Kabupaten
Situbondo

PROSEDUR DIAGNOSIS
KUSTA

Puskesmas
Jangkar

SOP

No. Kode :
Terbitan :
No. Revisi :
Tgl. Berlaku :
Halaman :

A. Bila tersedia

- Petugas mengantarkan pasien kusta ke laboratorium untuk

pengambilan kerokan jaringan.

B. Bila tidak tersedia

- Petugas hanya mengamati tanda-tanda kelainan pada kulit, pada

syaraf, dan menanyakan tempat tinggal pasien apakah tinggal di

daerah endemik kusta.

6. Petugas menetapkan diagnosis penyakit kusta pada pasien dengan

memperhatikan tanda-tanda utama atau cardinal sighn, yaitu :

a. Kelainan ( lesi ) kulit yang mati rasa.

Kelainan kulit / lesi dapat berbentuk bercak putih ( hipopigmen-

tasi ) atau kemerahan ( eritema ) yang mati rasa

b. Penebalan syaraf tepi yang disertai dengan gangguan fungsi syaraf.

Gangguan syaraf tepi ini merupakan akibat dari peradangan syaraf tepi

( neuritis perifer ) kronis. Gangguan fungsi syaraf ini bisa berupa :

- Gangguan fungsi syaraf sensoris, seperti mati rasa.

- Gangguan fungsi motoris, seperti kelemahan ( paresis ) atau

kelumpuhan ( paralisis ) otot.

- Gangguan fungsi otonom, seperti kulit kering dan retak-retak.

c. Adanya hasil BTA di dalam kerokan jaringan kulit, bila di laboratorium

Puskesmas tersedia.

7. Jika penetapan diagnosis kusta masih ragu, petugas menyarankan pasien

untuk kembali lagi setelah 3 – 6 bulan untuk diperiksa kembali adanya tanda

utama atau pasien harus dirujuk.

8. Petugas mencatat diagnosa kusta yang telah ditetapkan di dalam kartu

penderita dan register kohort kusta.

6. Unit Terkait

Distribusi

8. Rekaman Historis

Similer Documents