Download Tanggapan Dan Metodologi REVIEW RENSTRA PDF

TitleTanggapan Dan Metodologi REVIEW RENSTRA
File Size1003.3 KB
Total Pages54
Document Text Contents
Page 1

TANGGAPAN DAN SARAN

1. TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA

1.1 TANGGAPAN

Berrdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Terms Of Reference

(TOR) mengenai Review Rancangan Rencana Strategis Badan Nasional

Pencarian Dan Pertolongan (Basarnas) 2015-2019, maka pada prinsipnya

konsultan telah memahami gambaran umum pekerjaan, ruang lingkup

kegiatan yang akan dilaksanakan, dan hasil akhir yang ingin dicapai serta

telah memiliki gagasan-gagasan filosofis dari pekerjaan yang dimaksud.

Kegiatan Review Rancangan Rencana Strategis Badan Nasional Pencarian

Dan Pertolongan (Basarnas) 2015-2019 memiliki tujuan untuk adalah untuk

mendukung Rencana Pembangunan Nasional sesuai dengan UU no 25 tahun

2004 Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Dengan tujuan memiliki

gambaran terkini rencana program dan kegiatan Badan Nasional Pencarian

dan Pertolongan periode 2015-2019 sehingga dapat mengarah kepada

kesiapan dan kemampuan dalam penyelenggaraan Operasi SAR pada

musibah pelayaran, penerbangan, bencana dan musibah lainnya dalam suatu

Rencana Aksi SAR Nasional. Sebelum melangkah kedalam tahapan

penyusunan langkah kerja, terlebihdahulu diperlukan pemahaman terhadap

Kerangka Acuan Kerja yang ada. Hal ini dilakukan sebagai suatu upaya untuk

memahami dan menginterpretasi keinginan dari pihak pemberi pekerjaan

akan substansi materi pekerjaan. Adapun pembahasan mengenai

pemahaman terhadap KAK bukan saja terhadap hal-hal yang secara eksplisit

tercantum di dalam KAK yaitu dari latar belakang hingga

hasil/keluaranpekerjaan, keluaran dan pelaporan, melainkan juga pada hal-

hal yang secara substansial memiliki kaitan dengan pekerjaan ini.

Dalam Perpres No. 54 tahun 2010 dijelaskan bahwa Jasa Konsultansi

adalah jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu

diberbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir

(brainware). Berdasarkan penjelasan dalam Perpres No. 54 tahun 2010

tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah disebutkan bahwa

Page 2

Kerangka Acuan Kerja yang ditetapkan sekurang-kurangnya memuat hal-hal

sebagai berikut :

1) Uraian pendahuluan berupa gambaran secara garis besar mengenai pekerjaan

yang akan dilaksanakan, antara lain latar belakang, maksud dan tujuan, lokasi,

asal sumber pendanaan, nama dan organisasi PPK;

2) Data penunjang berupa data yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan,

antara lain data dasar, standar teknis, studi-studi terdahulu yang pernah

dilaksanakan, dan peraturan perundang~undangan yang harus digunakan;

3) Tujuan dan ruang lingkup pekerjaan yang memberikan gambaran mengenai

tujuan yang ingin dicapai, keluaran yang akan dihasilkan, keterkaitan antara suatu

keluaran dengan keluaran lain, peralatan dan material yang disediakan oleh PPK

serta peralatan dan material yang harus disediakan oleh penyedia, lingkup

kewenangan yang dilimpahkan kepada penyedia, perkiraan jangka waktu

penyelesaian pekerjaan jasa konsultansi, kualifikasi dan jumlah tenaga ahli yang

harus disediakan oleh penyedia, perkiraan keseluruhan tenaga ahli/tenaga

pendukung yang diperlukan (jumlah person-months) dan jadwal setiap tahapan

pelaksanaan pekerjaan. Khusus untuk pengadaan jasa konsultansi dengan

evaluasi pagu anggaran, jumlah tenaga ahli tidak dicantumkan dalam Kerangka

Acuan Kerja;

4) Jenis dan jumlah laporan yang disyaratkan (antara lain laporan pendahuluan,

laporan bulanan, laporan antara dan laporan akhir);

5) Ketentuan bahwa kegiatan jasa konsultansi harus dilaksanakan di Indonesia,

kecuali untuk kegiatan tertentu yang belum mampu dilaksanakan di Indonesia;

6) Hal-hal lain seperti fasilitas yang disediakan oleh PPK untuk membantu

kelancaran tugas penyedia, persyaratan kerjasama dengan penyedia lain (apabila

diperlukan), dan pedoman tentang pengumpulan data lapangan.

Namun, terlepas dari itu semua, konsultan menganggap bahwa Kerangka

Acuan Kerja tersebut penuh dengan apresiasi dan inovasi. Salah satu hal yang

mendapat tanggapan positif dari kami adalah mengenai alih pengetahuan yang

menerangkan bahwa apabila dipandang perlu oleh Pejabat Pembuat Komitmen,

maka Penyedia Jasa harus mengadakan pelatihan, kursus singkat, diskusi dan

seminar terkait dengan subtansi pelaksanaan kegiatan dalam rangka alih

Page 27

kondisi/keadaan yang ingin dicapai dimasa yang akan datang. Tujuan akan

mengarahkan perumusan sasaran, kebijaksanaan, program, dan kegiatan dalam

mewujudkan misi. Oleh karena itu, tujuan harus dapat menyediakan dasar yang kuat

untuk menetapkan indikator kinerja.

B. Sararan adalah penjabaran dari tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan

dicapai/dihasilkan secara nyata oleh organisasi dalam jangka waktu tahunan,

semester, triwulan, dan bulanan. Sasaran harus menggambarkan hal yang ingin

dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan.

Sasaran memberikan fokus pada Tinjauan kegiatan sehingga bersifat spesifik,

terinci, dapat diukur dan dapat dicapai.

Uraian di atas jelas menunjukkan pengertian yang berbeda antara tujuan dan

sasaran, namun sering ditempatkan berpasangan. Tujuan ialah pernyataan umum

dari apa yang akan diselesaikan, sedang sasaran adalah pernyataan detail/jelas

bagaimana menyelesaikan tujuan.

Tujuan adalah sesuatu yang ingin dicapai oleh organisasi untuk memenuhi kebijakan

lingkungan, sedangkan Sasaran merupakan rincian hal-hal yang ingin dicapai dalam

tujuan. Penetapan tujuan dan sasaran merupakan suatu proses transformasi dan

penjabaran dari hal-hal yang bersifat umum kepada sesuatu bentuk yang lebih jelas

dan terarah. Oleh karenanya, tujuan dan sasaran harus memuat rencana dan

dimensi waktu yang realistik untuk memenuhi penaatan peraturan, mencegah

pemborosan sumber daya, dan memperbaiki/ menyempurnakan secara

berkelanjutan kinerja organisasi. Penetapan tujuan dan sasaran lingkungan harus

melibatkan personil dari bagian/unit kerja yang terkait dalam organisasi. Personil

tersebut harus memiliki kewenangan untuk menetapkan, merencanakan, dan

mencapai tujuan tersebut. Melibatkan personil sangat membantu dalam membangun

komitmen.

Tujuan dan sasaran strategis Badan Nasional Pencarian Pertolongan (Basarnas)

disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi dan permasalahan yang akan dihadapi

pada langkah sebelumnya dalam rangka mewujudkan visi dan melaksanakan misi

Badan Nasional Pencarian Pertolongan (Basarnas). Pada tingkat organisasi Badan

Nasional Pencarian Pertolongan (Basarnas), visi, misi, tujuan dan sasaran strategis

Badan Nasional Pencarian Pertolongan (Basarnas) berada pada tingkat kinerja

Page 54

BENTUK KOMPOSISI TIM DAN PENUGASAN

Similer Documents