Download Toekang Migas Menembus Batas PDF

TitleToekang Migas Menembus Batas
File Size1.6 MB
Total Pages166
Document Text Contents
Page 1

1

TOEKANG MIGAS MENEMBUS BATAS
MEMOAR AKADEMI-AKADEMI MIGAS DI INDONESIA

toe
kan

g

MEN
EMB

US B
ATA

S
MIG

AS

Page 2

2

MEMOAR AKADEMI-AKADEMI MIGAS DI INDONESIA

toe
kan

g

MEN
EMB

US B
ATA

S
MIG

AS

PUBLISHING

Page 83

164 165

AKAMIGAS cEPU: JURUSAN EKSPLORASI-GEOLOGI

Beragam fasilitas belajar dan materi kuliah di Jurusan Geologi itu, membuat

mahasiswanya menjadi terasah, bahkan terbukti mampu bersaing.

Suprijanto dan dua teman seangkatannya, Sumarna dan Abdurrahman,

pernah mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah tentang geologi. Lawan

tandingnya adalah peserta tingkat doktoral dari ITB, UGM dan PTPN

“Veteran” Yogjakarta. Suprijanto dan timnya berhasil menjadi juara.

Selama belajar, ada saja pengalaman lucunya. Misalnya saat berada di

laboratorium, ada mahasiswa jahil yang menutup lensa mikroskop dengan

karbon setelah praktek. Kontan mahasiswa lain yang akan praktikum

bingung karena obyeknya selalu gelap. Ketika ujian praktek paleontologi,

mahasiswa diberi fosil dan diminta mendeskripsikan. Ternyata ada

yang iseng menyelipkan biji cabai sehingga “fosil” tersebut tidak bisa

diidentifikasi.

Selain fasilitas penunjang pendidikan, mahasiswa Jurusan Geologi juga

mendapat fasilitas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Alat

tulis, pakaian, kertas, buku semua disediakan. Mahasiswa juga mendapat

jatah makan tiga kali sehari plus uang saku.

Selama di asrama, mahasiswa harus mematuhi berbagai aturan. Kalau tidak,

bersiap-siaplah menerima surat peringatan. Setiap pelanggaran dicatat dan

dikumpulkan nilainya. Mulai dari membolos hingga pelanggaran terberat

yakni kepergok melakukan perbuatan asusila. Kalau nilai pelanggarannya

sudah mencapai 50 poin penalti, artinya siap drop out dan dipulangkan ke
unit asal.

***

02:6

AKAMIGAS cEPU: JURUSAN BOR

Mengebor
Kenangan Terdalam

Mahasiswa Jurusan Bor menyimpan banyak kenangan
selama belajar di Cepu. Alumni yang menggantikan posisi

pengebor asing.

165

Page 84

166 167

TOEKANG MIGAS MENEMBUS BATAS

S
etyohadi tengah melihat bayangan di masa lalu.

Mula-mula bekerja sebagai tenaga pengeboran di

Panas Bumi Kamojang pada tahun 1976. Dua puluh

lima tahun kemudian, dia menempati posisi sebagai

general manager Lapangan Geothermal Lahendong.
Pada tahun 2005 menjadi general manager Lapangan
Geothermal Sibayak. Prestasi itu tak lepas dari dasar

pendidikan minyak dan gas bumi (migas) yang dipetik

di Akademi Minyak dan Gas Bumi (Akamigas) Cepu. Alumni angkatan

kelima yang pernah tugas belajar di New Zealand untuk mendalami bidang

engineering geothermal pada tahun 1984 dan 1988 itu mengakui bahwa
pendidikan di Akamigas Cepu menjadi modal utama ketika bekerja.

Kurikulum dan materi yang diperolehnya juga menunjang ke tingkat

pendidikan lebih tinggi dan memudahkan dalam penguasaan teknologi. “Ya,

sangat mendukung sekali untuk melanjutkan pendidikan ke universitas.

Jadwal pelajarannya juga cukup padat sehingga diperlukan fisik, mental

dan spirit yang tinggi,” kata Setyohadi.

Selama kuliah, banyak kenangan berkesan yang hingga saat ini masih

melekat kuat di benaknya. Misalnya soal masa prabakti mahasiswa

(mapram) dan wajib latih mahasiswa (walawa), yang terasa

berat tapi mengandung nilai-nilai positif. Selain memupuk

keakraban antara senior dan junior, mapram dan walawa

juga meningkatkan rasa percaya diri serta keberanian dalam

bertindak.

Disiplin juga menjadi pengalaman penting yang dirasakan

Setyohadi saat menimba ilmu di Akamigas Cepu. Jadwal

kuliah padat. Disiplinnya ketat, baik di tempat kuliah

maupun di asrama. Pengalaman lain yang juga penting

adalah soal praktek kerja yang mendapat bimbingan penuh

dari pembimbing. “Kami dibimbing dengan baik sekali,

Mahasiswa
Akamigas
cepu
Jurusan Bor

AKAMIGAS cEPU: JURUSAN BOR

Page 165

328 329

TOEKANG MIGAS MENEMBUS BATAS

SPONSOR

Page 166

330 331

TOEKANG MIGAS MENEMBUS BATAS

Similer Documents