Download Tugas Praktikum Manajemen Sumber Daya Manusia PDF

TitleTugas Praktikum Manajemen Sumber Daya Manusia
File Size363.3 KB
Total Pages17
Document Text Contents
Page 8

Bab 5
Orientasi, Pelatihan & Pengembangan



Fungsi operasional merupakan dasar dalam pelaksanaan manajemen sumber daya manusia

(SDM) yang efisien dan efektif untuk pencapaian tujuan organisasi/perusahaan tersebut.

Fungsi operasional tersebut terdiri dari orientasi, pelatihan, dan pengembangan SDM.

Sistem orientasi tersebut sangat dibutuhkan sebagai wahana pembinaan ketenagakerjaan

yang mampu beroperasi secara efektif dan menghasilkan tenbaga kerja yang siap pakai.

Orang-orang yang ahli dan kompeten dalam suatu organisasi/perusahaan dapat diperoleh

melalui 2 cara, yaitu :

- Menyeleksi orang-orang terbaik

- Melatih dan mengembangkan orang-orang yang sudah ada secara optimal

I. Pengertian

Pelatihan merupakan serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan

keahlian, pengetahuan, pengalaman, ataupun perubahan sikap seseorang.Contohnya

komputerisasi, komunikasi dan lain sebagainya.

Pengembangan merupakan sebagai penyiapan individu untuk memikul tanggung

jawab yang berbeda atau yang lebih tinggi dalam organisasi. Pengembangan biasanya

berkaitan dengan peningkatan kemampuan intelektual atau emosional untuk melakukan

pekerjaan lebih baik.

II. Tujuan dan Manfaat

a. Pelatihan

Dimaksudkan untuk memperbaiki penguasaan berbagai ketrampilan dan teknik

pelaksanaan kerja tertentu, rutin dan terinci. Serta menyiapkan karyawan untuk melakukan

pekerjaan sekarang. Dan jika diuraikan tujuan dari pelatihan sebagai berikut :

 Memperbaiki kinerja

 Memutakhirkan keahlian para karyawan sejalan dengan kemajuan teknologi

 Mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru supaya kompeten dalam pekerjaan

 Membantu memecahkan masalah operasional

 Mempersiapkan karyawan untuk promosi

 Mengorientasikan karyawan terhadap organisasi

 Memenuhi kebutuhan-kebutuhan pertumbuhan pribadi

 Meningkatkan kuantitas dan kualitas kerja

 Mencapai standar kinerja yang dapat diterima

 Menciptakan sikap, loyalitas, dan kerjasama yang lebih menguntungkan

Page 9

 Memenuhi kebutuhan perencanaan SDM

 Mengurangi jumlah dan biaya kecelakan kerja

 Membantu karyawan dalam peningkatan dan pengembangan pribadi mereka.



b. Pengembangan

Dimaksudkan memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, sikap dan

sifat-sifat kepribadian. Serta menyiapkan karyawan untuk memegang tanggung jawab

pekerjaan di waktu yang akan datang.

Proses pengembangan terdiri atas tindakan memutuskan kompetensi, ketrampilan atau

pengetahuan yang perlu dikembangkan, dan bagaimana mencapainya

III. Teknik-teknik Latihan dan Pengembangan

a. Metode Pelatihan

1. Metode On the job Training

 Pegawai mempelajari pekerjaannya dengan mengamati pekerja lain yang sedang bekerja,

dan kemudian mengobservasi perilakunya.

 Pegawai senior memberikan contoh cara mengerjakan pekerjaan dan pegawai baru

memperhatikannya.

 Metode ini dapat pula menggunakan peta-peta, gambar-gambar, sample – sampel masalah

dan mendemonstrasikan pekerjaan agar pegawai baru dapat memahaminya dengan jelas

2. Metode Vestibule atau balai

 Vestibule adalah suatu ruangan isolasi atau terpisah yang dikhususkan untuk tempat

pelatihan bagi pegawai baru yang akan menduduki suatu pekerjaan.

 Pelaksanaan metode ini biasanya dilakukan dalam waktu beberapa hari sampai beberapa

bulan dengan pengawasan instruktur

3. Metode Demonstasi dan Contoh

 Suatu demonstrasi menunjukkan dan merencanakan bagaimana suatu pekerjaan atau

bagaimana sesuatu itu dikerjakan

 Bedanya dengan on the job training adalah metode demontrasi mensyaratkan pesertanya

untuk melakukan demonstrasinya, sedang OJT hanya membuat peserta pelatihan sekedar

mengamati apa yang diajarkan

4. Metode Simulasi

 Metode ini merupakan suatu situasi atau peristiwa menciptakan bentuk realitas atau imitasi

dari realitas

 Metode simulasi yang popular adalah permainan bisnis (bussiness games).

 Metode ini merupakan metode pelatihan yang sangat mahal, tetapi sangat bermanfaat dan

diperlukan dalam pelatihan

5. Metode Apprenticeship

Page 16

.
B. Peranan dan depertemen personalia dalam pengembangan karier

Pengembangan karir seharusnya tidak hanya tergantung pada usaha-usaha
individu saja, karena tidak selalu sesuai dengan kepentingan organisasi. Sebagai contoh:
karyawan mungkin minta berhenti atau pindah ke perusahaan lain. Atau karyawan bias
tidak acuh terhadap kesempatan-kesematan karier mereka dan kebutuhan-kebutuhan
staffing organisasi.Untuk mengarahkan pengembangan karier agar menguntungkan
organisasi dan karyawan, departemen personalia sering mengadakan program-program
latihan dan pengembangan bagi para karyawan. Di samping itu, departemen personalia
perlu mengusahakan dukungan manajemen, memberikan umpan balik kepada karyawan
dan membangun suatu lingkungan kerja yang kohesif untuk meningkatkan kemampuan
dan keinginan karyawan dalam melaksanakan pengembangan karier.

Calon yang tidak berhasil untuk mengisi lowongan pekerjaan internal harus diberitahu
mengapa mereka tidak memperoleh kesempatan karier. Umpan balik ini mempunyai tiga
tujuan:

1. Untuk menjamin para karyawan yang tidak dipromosikan bahwa mereka masih
bernilai dan akan dipertimbangkan untuk promosi-promosi selanjutnya, bila
mereka “qualified”.

2. Untuk memperjelas mengapa mereka tidak terpilih
3. Untuk menunjukkan apa kegiatan-kegiatan pengembangan karier yang harus

diambil.
Kelompok-kelompok kerja kohesif. Bagi para karyawan yang ingin mencapai suatu

karier dalam organisasai, mereka harus merasa bahwa organisasi adalah lingkungan yang
memuaskan. Bila mereka akan lebih terarah menuju peningkatan kesempatan-kesempatan
karier dalam organisasi.

.

C. Manfaat pengembangan karier
Pengembangan karier pada dasarnya memiliki manfaat yang hampir sama

dengan apa yang dikemukakan di atas,namun manfaat pengembangan ini ada
kekhususan karena sudah menyangkut kegiatan pendidikan dan latihan
Manfaat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan kemampuan karyawan
2. Meningkatnya suplay karyawa yang berkemampuan

.

D. Mendesain program pengembangan karier
Desain program pengembangan karier ini akan membantu para manajer dalam

membuat keputusan yang kreatif mengenai pengembangan karier para pekerja. Untuk
itu perlu dibedakan atas tiga fase dalam mendesain program pengembangan karier yang
terdiri dari:

1. Fase perencanaan

Similer Documents